Skip to main content

My comfort food (jilid I)

Kali ini aku mau nulis tentang makanan-makanan yang mengandung sayuran yang menjadi comfort food-ku karena menurutku sayurnya seger banget. Sebenernya masih banyak lagi sih selain ini, tapi ketiga makanan ini rasanya punya magnet kayak aku pengen beli lagi beli lagi hehehe. Okeee cus!

Pertama adalah Bojakee di Nasi Mawut Pak Iwan Jalan Aris Munandar Malang. Makanan ini pertama kali direkomendasikan oleh temanku. Tempat ini jauuuh sejauh-jauhnya dari rumahku, tapi aku mbelani banget jauh-jauh kesini karena emang enak banget ga ada obat!


Jadi dia kayak capcay gitu diberi koloke. Kolokenya sendiri asli enak dan kruik banget. Sayurannya juga seger. Selain bojake menu lain seperti nasi goreng mawutnya juga enak. Wajib coba kalo ke Malang. Nasi Mawut Pak Iwan buka mulai pukul 17.00. Harga bojakeenya seporsi (bisa untuk 3 orang) sekitar 32K.

Lalu, yang media adalah Nasi Bali Bli Badre. Ini tempatnya ada di foodcourt bawah Malang Town Square. Aku paling suka paket yang ini nih, harganya juga 25K aja dan kenyaaaaaang banget!


Ini halal ya. Paket ini terdiri dari nasi putih, telur pindang setengah, ayam betutu, ayam sisit, sate lilit, daun singkong, lawar putih, kuah kacang merah, dan 3 macam sambal. Porsinya banyak dan cocok banget buat yang suka pedes.

Yang terakhir adalah macem salad gitu. Ini adalah Tuna Salad with Penne (pasta) di 8oz coffee studio Malang. Jadi dibawah mangkok itu ada penne dan roti kering, atasnya ada sayuran selada, tomat dan tuna, plus dressing. Porsinya gede banget dan ngenyangin banget.


Sekian nulis tentang my comfort food jilid I. Soon akan nulis lagi jilid-jilid yang lainnya hehehhee

Comments

Popular posts from this blog

Fathers and Daughters (2015) sinopsis

Aku baru menonton film Fathers and Daughters yang katanya bagus. Wew, personally, it's like my own story. Film ini bercerita tentang seorang ayah yang merupakan penulis yang harus merawat dan membesarkan putrinya seorang diri setelah istrinya meninggal akibat kecelakaan. Sang ayah pun yang keuangannya tidak stabil harus berjuang menulis novel agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Padahal, sang ayah juga keadaannya tidak sehat secara mental. Terlihat bagaimana perjuangan sang ayah untuk membesarkan putrinya mati-matian dan juga adanya konflik dari keluarga adek ipar sang ayah yang ingin mengadopsi putrinya. Sang ayah pun meninggal setelah menyelesaikan novel Fathers and Daughters yang akhirnya mendapat penghargaan tertinggi untuk karya sastra. Plot cerita di film ini maju dan mundur, karena diceritakan juga kehidupan sang anak yang bernama Katie saat dewasa. Ia adalah seorang psikolog yang di hidupnya ia merasa ada yang salah atau kosong. Sampai ia pun akhirnya bertemu dengan seora...

Survival tips: Jadwal bus Malang-Blitar pagi

Internship di Wlingi Kabupaten Blitar, indah untuk dikenang tapi tidak untuk diulang hehehe. Bagi yang berasal dari Kota Malang, internship di Wlingi sebenarnya cukup menyenangkan. Hanya berjarak 1,5 jam kalau naik kendaraan pribadi dan 2 jam jika menggunakan bus. Aku mau berbagi sedikit survival tips jika ingin ke Wlingi pada pagi hari menggunakan bus dari Malang jurusan ke Blitar/Trenggalek, bisa berangkat dari Terminal Arjosari menggunakan bis besar atau naik bus Bagong dari Kacuk. Sebenarnya aku lebih nyaman menggunakan bus Bagong dari Kacuk karena lebih nyaman aja menggunakan bus kecil dan rasanya juga lebih aman. Biasanya yang naik bus Bagong adalah orang-orang bekerja yang tiap hari naik bus yang sama. Kalau di Terminal Arjosari sih sepengalamanku, bis-nya agak nggak pasti. Kalau bis Bagong jam-nya lebih pasti. Tergantung tempat kalian tinggal juga sih lebih dekat kemana. Rata-rata dikenakan tarif 15 ribu rupiah aja kok. Jika berangkat dari Terminal Arjosari , usahakan pukul ...

A happy costumer of Passpod.id

Berpergian kemanapun, rasanya internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Smart phone nggak nyambung sama internet rasanya super mati gaya. Kejadian ini pernah saya alami waktu saya ke Turki, dengan polosnya ga beli simcard atau pinjem modem dari Indonesia. Asli, mati gaya, mana wifi di hotel-hotel yang saya inapi juga seringnya ga bisa diharapkan, lemot. Susah cari free wifi disana. Kepolosan ini tidak akan saya ulang di trip saya ke Vietnam selama lebaran kemarin. Sayangnya, saya polos banget baru pesen modem seminggu sebelum keberangkatan, yang mana pasti semua orang juga bakal pergi liburan. Saya pernah pinjam modem di Wi*f**, dengan gembar-gembor dan iklannya dimana-mana nggak sebanding ama pelayanannya yang super jelek. Kebetulan saya tinggal di Malang, yang mana bakal susah kalo perusaan Wi*f** itu ngotot kalo pengirimannya H-1 sebelum keberangkatan. Hasilnya apa, H-1 jam 3 sore saya baru ditelepon CS nya apa ekspedisi ke Malang yang bisa semalem nyampe. Are they crazy or what? Csn...