Skip to main content

Let's get married review



So, this time I'll give a review of a Taiwan movie titled Let's Get Married. I'm not Korean drama lovers, asian drama, or like that. But this time I tried to watch the drama which was recommended by the movie sales. He said the film is very good.
Let's Get Married (Chinese: 咱们结婚吧) is a 2015 Chinese romance film directed by Liu Jiang. It was released on April 2, 2015. This film tells the story of four couples's romance in which they were both hesitate to marry. From romance of a pilot and a girl who works in airports, where the pilot not ready to marry his girlfriend because maybe he was afraid committed (but he is also afraid of losing his girlfriend), then romance between the bridal gown store manager and a bridal gown designer  where the designer widower status does not preclude their romance story, and then with the newly married couple, but they will get divorced because they mutually selfish, and a violinist who has been dating 7 years with her boyfriend, but then she chose to cancel her wedding and chose to be with a new man he knew in Italy. He felt the man could change his life.

I was amazed about the story of a violinist with her boyfriend who have been dating for 7 years, but they in the end not get married because the girl chose with a man who had just met. I heard many stories like that. Dating for years they eventually marry someone who is unpredictable. If it's not for you, then he will never be yours. 

I liked the romance-drama genre movie. Unfortunately, the film is not as good as I thought. Maybe only 6.5 / 10 because I feel too many love stories told here so that each story is out of focus.

 

Comments

Popular posts from this blog

Fathers and Daughters (2015) sinopsis

Aku baru menonton film Fathers and Daughters yang katanya bagus. Wew, personally, it's like my own story. Film ini bercerita tentang seorang ayah yang merupakan penulis yang harus merawat dan membesarkan putrinya seorang diri setelah istrinya meninggal akibat kecelakaan. Sang ayah pun yang keuangannya tidak stabil harus berjuang menulis novel agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Padahal, sang ayah juga keadaannya tidak sehat secara mental. Terlihat bagaimana perjuangan sang ayah untuk membesarkan putrinya mati-matian dan juga adanya konflik dari keluarga adek ipar sang ayah yang ingin mengadopsi putrinya. Sang ayah pun meninggal setelah menyelesaikan novel Fathers and Daughters yang akhirnya mendapat penghargaan tertinggi untuk karya sastra. Plot cerita di film ini maju dan mundur, karena diceritakan juga kehidupan sang anak yang bernama Katie saat dewasa. Ia adalah seorang psikolog yang di hidupnya ia merasa ada yang salah atau kosong. Sampai ia pun akhirnya bertemu dengan seora...

Survival tips: Jadwal bus Malang-Blitar pagi

Internship di Wlingi Kabupaten Blitar, indah untuk dikenang tapi tidak untuk diulang hehehe. Bagi yang berasal dari Kota Malang, internship di Wlingi sebenarnya cukup menyenangkan. Hanya berjarak 1,5 jam kalau naik kendaraan pribadi dan 2 jam jika menggunakan bus. Aku mau berbagi sedikit survival tips jika ingin ke Wlingi pada pagi hari menggunakan bus dari Malang jurusan ke Blitar/Trenggalek, bisa berangkat dari Terminal Arjosari menggunakan bis besar atau naik bus Bagong dari Kacuk. Sebenarnya aku lebih nyaman menggunakan bus Bagong dari Kacuk karena lebih nyaman aja menggunakan bus kecil dan rasanya juga lebih aman. Biasanya yang naik bus Bagong adalah orang-orang bekerja yang tiap hari naik bus yang sama. Kalau di Terminal Arjosari sih sepengalamanku, bis-nya agak nggak pasti. Kalau bis Bagong jam-nya lebih pasti. Tergantung tempat kalian tinggal juga sih lebih dekat kemana. Rata-rata dikenakan tarif 15 ribu rupiah aja kok. Jika berangkat dari Terminal Arjosari , usahakan pukul ...

A happy costumer of Passpod.id

Berpergian kemanapun, rasanya internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Smart phone nggak nyambung sama internet rasanya super mati gaya. Kejadian ini pernah saya alami waktu saya ke Turki, dengan polosnya ga beli simcard atau pinjem modem dari Indonesia. Asli, mati gaya, mana wifi di hotel-hotel yang saya inapi juga seringnya ga bisa diharapkan, lemot. Susah cari free wifi disana. Kepolosan ini tidak akan saya ulang di trip saya ke Vietnam selama lebaran kemarin. Sayangnya, saya polos banget baru pesen modem seminggu sebelum keberangkatan, yang mana pasti semua orang juga bakal pergi liburan. Saya pernah pinjam modem di Wi*f**, dengan gembar-gembor dan iklannya dimana-mana nggak sebanding ama pelayanannya yang super jelek. Kebetulan saya tinggal di Malang, yang mana bakal susah kalo perusaan Wi*f** itu ngotot kalo pengirimannya H-1 sebelum keberangkatan. Hasilnya apa, H-1 jam 3 sore saya baru ditelepon CS nya apa ekspedisi ke Malang yang bisa semalem nyampe. Are they crazy or what? Csn...