Skip to main content

Resep Sundubu Jjigae dengan Kearifan Lokal

Selamat malam, kali ini aku mau share  resep Sundubu Jjigae dengan kearifan lokal. Apa maksudnya? Maksudnya adalah rasanya udah sesuai dengan lidah yg biasa kumakan, ga terlalu asem, ga terlalu pedes, ga terlalu ribet bahan-bahannya. Resep ini aku contek dari Willgoz dan ku modif dikit. Monggo di modif jika dirasa kurang asem atau kurang pedas, Masaknya cepet, ga ribet, asal bahan-bahannya lengkap.

Resep :
200 gram kimchi (kalo beli bungkusan biasanya ukurannya 250 gram)
100 gram fish cake (potong-potong)
1 bungkus tofu udang (potong-potong)
2 batang daun bawang (bagian putihnya, bagian hijaunya sisihkan untuk taburan terakhir)
500 ml air
1 telur utk kentalkan
2 telur utk di masak 1/2 matang
1 sdm full gochujang paste 
1 1/4  sdm totole kaldu jamur
2 sdm gula
3 sdm minyak wijen
1 sdt lada putih

Cara Membuat :
1. Masukkan kimchi ke dalam panci dan gunting-gunting kimchinya (saat di dalam panci). Masukkan se-air kimchi-nya sekalian
2. Masukkan fish cake yang sudah dipotong-potong + daun bawang (bagian putih), 1 sdm gochujang paste, 1 1/4 sdm totole kaldu jamur, 2 sdm gula, 1 sdt lada putih.
3. Masukkan air 500 ml, lalu nyalakan api. Aduk-aduk hingga mendidih.
4. Masukkan 3 sdm minyak wijen
5. Masukkan 1 telur ke dalamnya untuk mengentalkan (diaduk-aduk)
6. Masukkan tofu yang telah dipotong-potong. Aduk-aduk selama kurang lebih 10-15 menit
7. Masukkan 2 telur di tengah-tengahnya. Tunggu hingga telur setengah matang
8. Taburi dengan daun bawang (bagian hijau)... dan voilaa dan jadi deh Sundubu Jjigae dengan kearifan lokal
9. Pasti jauh bingit ama punya Sae Ro Yi, tapi lumayanlah biar dirumah tapi ngerasa lagi makan di DanBam.

Terimakasih Willgoz untuk resep-resepnya yang membuat simple cara me masak, jadi orang takut nyoba hehhe..



Comments

Popular posts from this blog

Fathers and Daughters (2015) sinopsis

Aku baru menonton film Fathers and Daughters yang katanya bagus. Wew, personally, it's like my own story. Film ini bercerita tentang seorang ayah yang merupakan penulis yang harus merawat dan membesarkan putrinya seorang diri setelah istrinya meninggal akibat kecelakaan. Sang ayah pun yang keuangannya tidak stabil harus berjuang menulis novel agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Padahal, sang ayah juga keadaannya tidak sehat secara mental. Terlihat bagaimana perjuangan sang ayah untuk membesarkan putrinya mati-matian dan juga adanya konflik dari keluarga adek ipar sang ayah yang ingin mengadopsi putrinya. Sang ayah pun meninggal setelah menyelesaikan novel Fathers and Daughters yang akhirnya mendapat penghargaan tertinggi untuk karya sastra. Plot cerita di film ini maju dan mundur, karena diceritakan juga kehidupan sang anak yang bernama Katie saat dewasa. Ia adalah seorang psikolog yang di hidupnya ia merasa ada yang salah atau kosong. Sampai ia pun akhirnya bertemu dengan seora...

Survival tips: Jadwal bus Malang-Blitar pagi

Internship di Wlingi Kabupaten Blitar, indah untuk dikenang tapi tidak untuk diulang hehehe. Bagi yang berasal dari Kota Malang, internship di Wlingi sebenarnya cukup menyenangkan. Hanya berjarak 1,5 jam kalau naik kendaraan pribadi dan 2 jam jika menggunakan bus. Aku mau berbagi sedikit survival tips jika ingin ke Wlingi pada pagi hari menggunakan bus dari Malang jurusan ke Blitar/Trenggalek, bisa berangkat dari Terminal Arjosari menggunakan bis besar atau naik bus Bagong dari Kacuk. Sebenarnya aku lebih nyaman menggunakan bus Bagong dari Kacuk karena lebih nyaman aja menggunakan bus kecil dan rasanya juga lebih aman. Biasanya yang naik bus Bagong adalah orang-orang bekerja yang tiap hari naik bus yang sama. Kalau di Terminal Arjosari sih sepengalamanku, bis-nya agak nggak pasti. Kalau bis Bagong jam-nya lebih pasti. Tergantung tempat kalian tinggal juga sih lebih dekat kemana. Rata-rata dikenakan tarif 15 ribu rupiah aja kok. Jika berangkat dari Terminal Arjosari , usahakan pukul ...

A happy costumer of Passpod.id

Berpergian kemanapun, rasanya internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Smart phone nggak nyambung sama internet rasanya super mati gaya. Kejadian ini pernah saya alami waktu saya ke Turki, dengan polosnya ga beli simcard atau pinjem modem dari Indonesia. Asli, mati gaya, mana wifi di hotel-hotel yang saya inapi juga seringnya ga bisa diharapkan, lemot. Susah cari free wifi disana. Kepolosan ini tidak akan saya ulang di trip saya ke Vietnam selama lebaran kemarin. Sayangnya, saya polos banget baru pesen modem seminggu sebelum keberangkatan, yang mana pasti semua orang juga bakal pergi liburan. Saya pernah pinjam modem di Wi*f**, dengan gembar-gembor dan iklannya dimana-mana nggak sebanding ama pelayanannya yang super jelek. Kebetulan saya tinggal di Malang, yang mana bakal susah kalo perusaan Wi*f** itu ngotot kalo pengirimannya H-1 sebelum keberangkatan. Hasilnya apa, H-1 jam 3 sore saya baru ditelepon CS nya apa ekspedisi ke Malang yang bisa semalem nyampe. Are they crazy or what? Csn...